JURNALPENELITIAN ANALISIS NILAI - NILAI ADAT LARVUL NGABAL SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 7 AMBON

Authors

  • gerald latuserimala Universitas Pattimura

DOI:

https://doi.org/10.36277/edueco.v4i1.65

Keywords:

nilai adat larvul Ngabal, , Pendidikan IPS,

Abstract

ANALISIS NILAI - NILAI ADAT LARVUL NGABAL SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 7 AMBON

GERALD LATUSERIMALA.M.TEOL, FRANKLIN WILLIEM UBRA,M.PD

Universitas Pattimura, Universitas Pattimura

Eyatlatu@gmail.com,frranklin.w.ubra@gmail.com

 

Abstrak

Pendidikan memegang peran sentral guna menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara, menjadi wahana untuk peningkatan sumber daya manusia. Untuk itu pendidikan sebagai suatu sarana mentransformasikan ilmu pengetahuan sekaligus sebagai sarana pewarisan nilai budaya berperan sangat peting dalam melestarikan dan mengembangkan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang dititikberatkan pada peran sekolah sebagai wadah berlangsungnya kegiatan pendidikan yang merupakan bagian dari masyarakat.

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang berhubungan dengan nilai-nilai adat Larvul Ngabal yang relevan dengan pembelajaran kontekstual dalam IPS. Nilai-nilai adat Larvul Ngabal yang dijadikan sumber pembelajran kontekstual dalam IPS antara lain : Maren, Nev-nev, Hanilit, Hawear Balwirin. Nilai-nilai moral dan sosial yang terkandung dalam adat Larvul Ngabal ini antara lain, sikap kerja sama, jujur, setia, bertanggung jawab, saling menghormati, sopan dan lain-lain.

Respons positif diberikan oleh masyarakat baik itu Tokoh Adat, Tokoh Pendidikan, Kepala sekolah, guru, maupun siswa SMP sendiri karena nilai-nilai moral dan sosial dapat dibentuk menjadi lebih baik, selain itu dengan mempelajari adat Larvul Ngabal maka siswa akan lebih mengenal dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupannya sebagai sebuah warisan budaya yang tetap dipertahankan.

 

Kata Kunci : Nilai adat Larvul Ngabal, Pendidikan IPS

 

Abstract

Education plays a central role in order to ensure the survival of the nation, became a vehicle for the improvement of human resources. For that education as a means of transforming science as well as a means of cultural inheritance plays an peting in preserving and developing an understanding of the cultural values ​​that emphasized the role of the school as a forum for ongoing educational activities that are part of the community.

To answer the problem in this research is the method used qualitative methods. This study aims to obtain data relating to customary values ​​Larvul Ngabal relevant contextual learning in social studies. Custom values ​​are used as a source Larvul Ngabal pembelajran contextual IPS include: Maren, Nev-nev, Hanilit, Hawear Balwirin. Moral values ​​and social customs Larvul Ngabal contained in, among others, an attitude of cooperation, honest, loyal, responsible, respectful, courteous, and others.

Positive response given by both the Indigenous leaders, education leaders, principals, teachers, and students themselves since junior high moral values ​​and social can be shaped for the better, in addition to studying traditional Larvul Ngabal then students will be more familiar with and practice the values these values ​​in his life as a cultural heritage is maintained.

 

Keywords: custom value Larvul Ngabal, Educational Social Studies

 

References

Abdul Gafur 2003, “Penerapan Konsep dan Prinsip Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) dan Disain Pesan dalam Pengembangan Pembelajaran dan Bahan Ajar”. Cakrawala Pendidikan, 0216-1370.

Ajawaila. J.W, dkk 2002, Orang Kei di Kabupaten Maluku Tenggara. Laporan Penelitian, Ambon.

Alwasilah, A Chaeder,2009, Pokoknya Kualitatif ; Dasar-dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif : Jakarta Pustaka Jaya.

Arikunto, Suharsimi. 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arnie Fajar 2004. Portofolio dalam Pembelajaran IPS. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Awan Mutakhin, 1998, Studi Masyarakat Indonesia. Departemen Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Creswell, John W 1998, Qualitative inquiri and research design ; chosin among five tradisiond : Londong: United Kingdom; Sage Publication

Dahar, R.W. 2006, Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga.

Depdiknas. 2002, Pendekatan Kontekstual. Jakarta : Depdiknas.

Fathoni, Abdurahmat, 2005, Antropologi Sosial Budaya, Jakarta PT Rineka Cipta.

Furqhon Hidayatullah, 2010, Pendidikan Karakter : Membangun Peradaban Bangsa, UNS PRESS. Surakarta.

Kemendiknas. 2010. Pembinaan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama . Jakarta.

Koentjaraningrat 2002, Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta PT Rineka Cipta.

Lokollo. 1997. Seri Budaya Pela Gandong dari pulau Ambon. Ambon: Lembaga Kebudayaan Daerah Maluku, Ambon.

Mulyana, Dedy. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Mulyasa, Enco. 2009. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muslich, Mansur. 2009. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi danKontekstual. Jakarta: Bumi Aksara.

Nasution, 2001. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta Bina Aksara.

, Metode Naturalistik Kualitatif (cetakan ulang ketiga) Bandung, Tarsit.

NN, 1988, Adat Istiadat Evav, Perpustakaan Rhumpius Amboina, Ambon.

Numan Sumantri. 2003. Resume Perkuliahan Filsafat dan Moral. UPI Bandung

Numan Somantri, 2001, Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS, Rosda Karya Bandung.

Ohoitimur Yong, 2010, Hukum Adat dan Identitas Orang Kei. STF Peneleng, Manado.

Pattikayhatu, J.A. 1998. Sejarah Pemerintahan adat di Pulau Kei Maluku Tenggara. Lembaga Kebudayaan daerah Maluku Ambon.

Syaodih Nana 2007, Metode Penelitian Pendidikan; Program Pasca Sarjana UPI dan Remaja Rosdakarya Bandung.

Universitas Pendidikan Indonesia. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Wayan Lasmawan, 2009. ”Merekonstruksi Ke-IPS-an Berdasarkan Paradigma Teknohumanistik”, Makalah, disajikan pada Seminar tentang Pendidikan IPS oleh FISUndiksa, 30 juli , 2020.

Sumber Internet :

Abdussakir (2011), Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning).

dalam http://wordpress.com/pendidikan/, diunduh 20 juli 2020.

Akhmad Sudrajat (2010), Konsep Pendidikan Karakter.

dalam http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/09/15/konsep-pendidikan-karakter/ diunduh 12juli 2020..

Biarawatini Wayan (2011), Kurikulum Mata Pelajaran IPS.

dalam http://birawatiniwayan.wordpress.com/2011/01/30/kurikulum-mata-pelajaran-ips/ di unduh 17 juli 2020.

BPS Kabupaten Maluku Tenggara (2010) Maluku Tenggara dalam angka

dalam http://malukutenggarakab.bps.go.id/diunduh 17 juli 2020..

Dikti (2010), Strategi Pengembanagn Pendidik Karakter pada konteks mikro.

dalam http://www.dikti.co.id strategi-pengembangan-pendidikan-karakter-pada-konteks-mikro diakses 14 juli 2020

Dinas Pendidikan (2010), Pendidikan IPS.

dalam http://disdikklungkung.net/conten, diunduh 15 juli 2020.

Elly Kudubun (2011), Keadilan menurut masyarakat Kei.

dalam http://ellykudubun.wordpress.com/2011/03/18/keadilan-menurut-masyarakat-kei/ diunduh 23 Juni 2020.

Ema Rahanra (2011), Pengertian kata dan nama adat Larvul Ngabal.

dalam http://larvulngabal.blogspot.com/2011/08/pengertian-kata-nama-hukum-adat-larvul.html diunduh 23 Juni 2020.

Kab. Maluku Tenggara (2012) Selayang Pandang.

dalam http://www.malukutenggarakab.go.id/diunduh 17 juli 2020.

Kafe ilmu (2011), Defenisi Pembelajaran Kontekstual.

dalam http://kafeilmu.com/2011/05/definisi-pembelajaran-kontekstual- diunduh 15 juni 2020.

Nur Afida (2011), Perbedaan Peserta didik.

dalam http://nurrafida.wordpress.com/2011/09/20/perbedaan- Singgih (2009) Defenisi Pusat sumber belajar

individual-peserta-didik/diunduh 12 juli 2020..

Downloads

Published

2021-06-30

Issue

Section

Articles